7 Fatwa menarik seputar Ibadah Haji dan Umroh - WARNAHITAM

7 Fatwa menarik seputar Ibadah Haji dan Umroh

2 bulan yang lalu      Tips

Bagi para calon Jemaah haji memahami fatwa Haji dan Umroh adalah sebuah keharusan. Faktanya fatwa nanti akan menjadi bekal bagi para calon Jemaah haji di tanah suci agar terhindar dari perbuatan yang dilarang. Sehingga nanti para Jemaah dapat menunaikan ibadah dengan benar, khusyuk dan sesuai rukun yang berlaku. Berikut informasi penting bagi ukhti yang harus diketahui sebelum ukhti berangkat haji nanti.

 

  1. Dalil Hukum, Adab dan syarat dalam beribadah Haji

Perlu diketahui bagi ukhti sekalian dan para sahabat yang belum bisa diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji, hokum untuk pergi haji adalah fardu ain bagi muslim yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan ibadah ke tanah suci. Artinya, ukhti wajib melakukan ibadah haji ketika mecapai usia balig, beragama islam, berakal dan memiliki kemampuan finasial yang memadai. Sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-quran:

 

“… Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (Q.S. Ali Imran: 97)

 

  1. Haji bagi anak

Apakah ukthi pernah melihat ketika perjalanan ke Baitullah ataupun di telivisi terdapat anak kecil yang belum balig berangkat umroh? Ya walaupun anak tersebut belum balig dan memang hukum wajib haji baginya belum berlaku, namun Rasullah SAW mengatakan nilai kebaikan yang diterima sama dengan ganjatan yang diterima oleh orang dewasa.

 

  1. Haji bagi wanita

 

Sebenarnya ibadah haji tidak memandang latar belakang. Namun ada poin yang perlu di perhatikan bagi ukhti sekalian aturan tertentu khusus wanita yang mesti dipahami. Jika ukhti tersebut belum memilik mahram maka ketentuan wajib untuk berangkat haji belum berlaku namun jika sudah memiliki mahram maka ukhti sudah wajib berangkat ke tanah suci karena dinilai sudah mampu.

 

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya:

 

“Tidak halal bagi wanita bepergian dalam perjalanan sehari semalam, kecuali bersama mahramnya.” (HR. Al-Bukhari)

 

  1. Larangan selama ihram

Salah satu rukun dalam haji dan umroh adalah ihram. Jika ukhti meniatkan dan berpakaian ihram, banyak hal yang tidak boleh dilakukan. Secara umum, larangannya adalah berhubungan suami istri, menggunduli rambut, menikah, memotong kuku, memakai cadar bagi wanita dan menebang pohon disekitas masjidil haram.

 

  1. Mengikuti Haji dan Umroh berulang kali

Berita terakhir sudah beredar, para ulama sudah sepakat telah menentukan menunaikan ibadah haji boleh dilaksanakan sekali seumur hidup dan umroh boleh berkali-kali, namun tidak menutup kemungkinan hak sebagai para kaum muslimin untuk melakukan ibadah haji berkali-kali. Pada akhirnya ketentuan ini saling bertentangan dan membutuhkan pengertian dari kedua belah pihak yaitu peserta haji dan pemerintah. Sebaiknya, bagi kaum muslimin yang terlampau mampu memberikan kesempatan bagi para orang yang belum memilii kesempatan untuk melakukan ibadah haji.

 

  1. Mewakilkan Ibadah Haji

Ibadah Haji merupakan kewajiban bagi kaum muslimin yang memiliki kemampuan finansal yang cukup. Jika terdapat kendala seperti calon Jemaah haji tersebut tidak sanggup secara fisik bisa diwakilkan kepada anak, mantua tau anggota keluarga lainnya. Sebagaiman sabda dari Rasullah SAW dalam hadist berikut:

 

“Wahai Rasulullah, salah satu kewajiban hamba Allah adalah melaksanakan ibadah haji, sedang ayahku sudah sangat tua hingga tidak mampu melaksanakan ibadah itu, apa saya boleh menghajikan untuk dirinya? Rasulullah SAW menjawab “boleh”. Jawaban Rasulullah SAW itu disampaikan ketika haji wada’.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dll.)

 

  1. Membayar Fidiah

Membayar pajak tidak hanya berlaku bagi warga negara yang baik di Indonesia. Fidiah atau denda yang dikenakan kepada Jemaah yang melakukan pelanggaran hukum pada ihram. Fidiah dimacamkan menjadi tida yaitu memberi makan 60 orang miskin, menyembelih seekor kambing lalu dibagikan serta berpuasa. Biasanya larangnya yang sering dilanggar adalah menggunduli rambut kepala, berpakaian dengan pakaian berkancing, memakai cadar dan menggunakan parfum.




Komentar Artikel "7 Fatwa menarik seputar Ibadah Haji dan Umroh"