Bilal bin Rabah budak yang mendahului Rasullah di Surga - WARNAHITAM

Bilal bin Rabah budak yang mendahului Rasullah di Surga

2 bulan yang lalu      Fashion

WarnaHitam.com – Pada masa lalu di Kota Mekkah terdapat budak yang kuat, amanah dan tak pernah mengeluh saat menunaikan pekerjaannya. Pada saat itu dia begitu direbutkan para majikan, para tuan yang memperkerjakannya sangat suka dengan apa yang dilakukannya, rekan-rekan Bilal juga sangat mencintainya karena keteguhan dan kerja kerasnya. Pada masa itu majikan adalah sebuah miniatur raja, menyiksa adalah hal yang wajar jika para budak melakukan kesalahan, bahkan jika perlu menumpahkan darah para budak itu termasuk hal yang lumrah. Sesungguhnya dalam hati kecil Bilal tidak tega dan was-was terhadap apa yang terjadi di Mekkah, menyaksikan kezaliman yang dilakukan setiap hari sungguh tidak sesuai dengan apa yang ada di hati kecilnya. Sudah lama Bilal selalu bertanya-tanya pada hati kecilnya apa gunanya menyembah berhala, karena pada masa jahiliyah di Mekkah hal tersebut yang dilakukan. Pada suatu saat Bilal mendengar kabar mengenai seorang Nabi, yang sedang berada di Darul Arqam saat itu Nabi Muhammad SAW akan melakukan kajian guna menyiarkan Agama Islam.

Pada saat menyampaikan kajian di depan khalayak umum, Nabi Muhammad SAW memberikan pemaparan tidak diperbolehkan menyembah berhala, tidak boleh membunuh orang, dilarang keras berzina, tidak boleh menyiksa budak. Saat mendengar apa yang dijelaskan Nabi Muhammad bilal terketuk hatinya, dan bergumam bahwa yang dijelaskan tersebut sesuai dengan isi hatinya. Setelah mengikuti kajian tersebut Bilal memutuskan untuk memeluk Islam.

Tuan Bilal yaitu Umayyah bin Khalaf sangat marah mendengar kabar bahwa Bilal telah memeluk Islam. Umayyah mengajak majikan lainnya untuk menyiksa Bilal. Namun tidak gentar dengan siksaan yang dilakukan secara bertubi-tubi oleh majikannya Bilal tetap teguh pada Islam dan sabar merasakan siksaan yang didapat. Selama penyiksaan yang dirasakan Bilal selalu mengucapkan kata-kata yang sangat dibenci kaum Quraisy “Ahad”. Pada saat itu Bilal diikat kaki dan tangannya. Sang majikan menarik Bersama-sama rantai yang mengikat tubuh bilal, dan penyiksaan ini dilakukan dibawah terik sinar matahari padang pasir. Sang majikan pun sempat memberikan keringanan pada Bilal, dia berjanji membebaskan siksaan tersebut jika Bilal berhenti berkata “Ahad”, namun Bilal tetap teguh dan terus berkata “Ahad, Ahad, Ahad”.

Umayyah tidak menyerah dan terus menyiksa Bilal, bahkan para majikan juga memanaskan sebuah batu dan diletakan diatas dada Bilal. Itu merupakan siksaan yang paling keji yang dirasakan Bilal, namun apa daya keteguhan hati dan iman yang dimiliki Bilal tidak luntur dengan siksaan seperti itu. Melihat siksaan yang sungguh tidak pantas tersebut, akhirnya datanglah Abu Bakar secara langsung membeli Bilal dan membebaskannya agar bisa mempelajari Islam sepuas-puasnya.

Baca sebelumnya: Pecatur perempuan boikot kejuaraan catur dunia di Iran




Komentar Artikel "Bilal bin Rabah budak yang mendahului Rasullah di Surga"