Buruh jangan takut akan kemajuan zaman - WARNAHITAM

Buruh jangan takut akan kemajuan zaman

3 bulan yang lalu      Fashion

WarnaHitam.com – Hilangkan pikiran yang menjadikan kemajuan zaman serta teknologi adalah momok bagi para pekerja. Jasmerah kalau kata bapak revolusi kita dahulu, jangan pernah lupakan sejarah. Masalah yang sebenarnya dari dulu adalah pengusaha yang serakah.

Dalam sebuah kesempatan, ada beberapa pertanyaan yang menanyakan kepada seorang narasumber seperti ini, “Bagaimana kalau buruh diganti dengan robot”.

Pertanyaan tersebut bisa dibagi menjadi 2 maksud yaitu diartikan ke sisi positif atau diartikan ke sisi yang negatif. Jika menanggapi dengan pikiran jernih, tentunya sang pengaju pertanyaan menginginkan narasumber memberikan solusi agar penggangguran tidak bertambah nantinya, jika memang digantikan dengan robot. Di sisi lain, hal tersebut bisa bermakna negatif, pernyataan tersebut bisa diartikan untuk menyindir para buruh yang menuntut, tentunya pernyataan kali ini biasa dilakukan oleh para pengusaha yang kesal.

Tahukah ukhti, perkembangan teknologi sebenarnya terjadi karena didorong oleh para buruh itu sendiri. Sekitar abad 19 di Inggris, para buruh mulai memberontak karena jadwal jam kerja yang tidak manusiawi. Pada saat itu para buruh harus bekerja minimal 15 jam sampai dengan 20 jam perhari. Perlawan yang sangat sengit terjadi oleh buruh kepada para pengusaha, kala itu dominasi perusahaan jahit sangat tinggi. Kondisi tersebut membuat para ilmuwan memutar otak, yang pada akhirnya munculah inovasi mesin tenun.

Rosie Rahmadi

Perlu ukhti ketahui, perlawan pada zaman itu sempat di abadikan ke dalam sebuah buku. Buku yang diterbitkan pada tahun 1845 berjudul Kondisi Klas Pekerja di Inggris. Didalam buku karya Friederich Engels dituliskan bahwa perlawanan buruh kala itu, dilakukan terang-terangan kepada majikan mereka.

Beberapa peristiwa mengerikan juga sering terjadi pada masa itu. Contoh pada tahun 1843 terdapat pabrik batu bata Pauling & Henfrey, yang memberikan kebijakan untuk meningkatkan produksi tanpa harus meningkatkan upah para pegawainya. Pada saat peraturan tersebut diberlakukan, buruh disana melakukan perlawanan besar-besaran, dari mulai mogok kerja sampai perang. Awalnya perusahaan berhasil menang, karena terdapat polisi dan tantara dengan persenjataan lengkap yang berhasil memukul mundur para buruh. Namun tidak semudah itu, rupanya para buruh kembali ketika malam, dengan melengkapi diri mereka dengan senjata untuk melawan aparat yang ditugaskan.

Apalagi pada zaman itu, masyarakatnya pintar membuat sebuah propaganda dan mudah terbakar isu. Para aktivis sosialis kala itu menyerukan agar para buruh merebuat alat-alat produksi ketimbang melakukan sabotase terhadap alat-alat produksinya. Hal ini tentunya sangat tidak baik bagi para pengusaha yang memiliki modal sedikit.

Berkat kejadian tersebut, akhirnya para pengusaha pun memilih jalan tengah dengan meningkatkan teknologi. Semakin tinggi teknologi yang digunakan maka, pengurangan tenaga kerja bisa dilakukan, namun tidak berpengaruh terhadap hasil produksi. Hal ini akan berbanding lurus terhadap kualitas barang yang lebih baik, namun bisa dijual lebih murah.

Sekian refleksi menjelang hari buruh, jika ingin membeli busana yang eco fashion ukhti bisa mengunjungi gadiza.co.id atau ke warnahitam.com. Temukan berbagai penawaran menarik disana ya.




Komentar Artikel "Buruh jangan takut akan kemajuan zaman"