Islamophobia di Mata Muslim Fashion Blogger Heba Jay - WARNAHITAM

Islamophobia di Mata Muslim Fashion Blogger Heba Jay

1 bulan yang lalu      Fashion

WarnaHitam.com – Jika Ukhti salah satu penggiat media sosial khususnya Instagram, mungkin ukhti akan tidak asing dengan Heba Jay. Beliau bisa di bilang seorang fashion blogger yang sudah memiliki ribuan pengikut setia di Instagram. Beberapa waktu yang lalu fashion blogger yang akrab disapa Heba ini mengunjungi Indonesia. Berkunjungnya beliau ke tanah air ternyata diundang langsung oleh KJRI (Konsultan Jenderal Republik Indonesia) untuk New York. Kedatangannya ke Indonesia bertujuan untuk melihat perkembangan mode busana muslim yang sangat beragam.

Kedatangannya kala itu adalah untuk menghadiri Jakarta Fashion Week yang berlangsun di Senayan City. Pada kesempatannya itu dia juga bercerita mengenai kehidupannya sebagai wanita yang menggunakan hijab. Hal yang diperbincangkan waktu itu adalah seputar gaya berbusana dan kesehariannya di negeri paman sam Amerika Serikat. Diakuinya Heba telah menggunakan hijab sejak umurnya Sembilan tahun, dan ia merasakan hijab adalah salah satu kekuatan yang mampu merepresentasikan dirinya.

Penggunaan hijab tidak semata-mata hanya sebagai sebuah fashion belaka, terlepas saat ini memang semakin naik daun perkembangannya. Namun ketika kamu sudah mengenakannya cara untuk merepresentasikan diri adalah kunci dari semuanya. Heba juga menjelaskan suka atau tidak, ketika sudah menggunakannya hijab itu artinya anda akan mewakili wanita muslim dan juga Islam. Maka bagi penggunanya harus lebih berhati-hati dalam segi perilaku dan juga akhlaq.

Sudah 17 tahun heba menggunakan busana muslim di Amerika. Selama itu pula Heba untungnya belum menemukan masalah atau kendala didalam kehidupan sehari-hari. Mungkin salah satu kendala yang didapatinya adalah tidak dapat menggunakan semua busana muslim fashion di negara asalnya. Misalkan di Amerika Serikat tidak diperbolehkan menggunakan abaya hitam. Menurutnya yang sudah tinggal disana, jika terdapat seorang muslim yang menggunakan busana muslim tersebut maka akan menimbulkan pandangan serta pertanyaan yang negatif. Maraknya dinamika seperti itu memang sering terjadi di Amerika Serikat, namun dia sampai saat ini belum menemukan situasi Islamophobia.

Ketika semua orang menggunakan kemeja kasual dan celana saja. Sedangkan kamu ingin menggunakan dress longgar yang menyerupai abaya maka secara tidak langsung kamu akan menjadi susah untuk bergaul dengan lingkungan disana.

Seperti yang diberitakah media cetak ataupun elektronik di Amerika sangatlah sering terjadi yang Namanya Islamophia namun untungnya dia sendiri (Heba) belum pernah merasakannya.

Saat pertama kalinya berkunjung ke Indonesia, Heba secara tersontak terkejut dengan budaya dan pesatnya perkembangan fashion muslimnya. Dilihat dari sudut pandangnya hijabers di Indonesia memiliki gaya berbusana yang stylish, baik di keseharian maupun di catwalk. Hal ini sangat kontras bila dibandingkan dengan budaya hijabers di Amerika Serikat yang lebih sering terlihat menggunakan pakaian kasual.

Heba mengatakan sangat senang dan berulang kali berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang sudah mengundangnya. Belajar dari kegiatannya kali ini dia mendapat banyak hal yang baru. Dia juga berkeinginan untuk memakai salah satu busana yang digunakan di catwalk. Ketika di Amerika mungkin masyarakatnya akan menilai Indonesia itu menggunakan hal yang aneh, namun ketika sudah menginjakan kaki disini masya Allah semuanya berpakain menarik.

Baca juga: Hong Kong destinasi ramah bagi turis muslim




Komentar Artikel "Islamophobia di Mata Muslim Fashion Blogger Heba Jay"