Pecatur perempuan boikot kejuaraan catur dunia di Iran - WARNAHITAM

Pecatur perempuan boikot kejuaraan catur dunia di Iran

2 bulan yang lalu      Fashion

WarnaHitam.com – Salah satu pecatur dunia bernama Nazi Paikidze-Barnes berani memboikot kompetisi Kejuaraan Catur Dunia di Iran beberapa waktu silam.

Pada saat itu dia berpikiran bahwa Iran tidak pantas mengadakan kompetisi akbar tersebut. Kejuruan catur dunia perempuan tersebut akan dilaksanakan di Iran, namun baginya Iran tidak memiliki hak-hak dasar perempuan bahkan kaum perempuan disana merupakan warga kelas dua. Negara Iran secara hukum yang berlaku mewajibkan perempuan menggunakan jilbab atau hijab. Nazi berkata bahwa tidak akan menggunakan hijab, karena menurutnya hal tersebut termasuk mendukung penindasan di negara tersebut. Tindakan yang dilakukan Nazi adalah membuat sebuah petisi kepada asosiasi catur dunia untuk memindahkan lokasi perlombaan atau menyarankan bahwa syarat menutup kepala dijadikan hal yang opsional.

Federasi catur dunia menyatakan bahwa satu-satunya negara yang mengajukan ketersediaannya sebagai tuan rumah hanyalah Iran dan tidak ada negara lainnya yang menyatakan tidak setuju akan keputusan tersebut. Tidak adanya keluhan dari pemain dan pejabat juga menjadi pondasi kuat keputusan Federasi catur dunia, Semua orang wajib menghormati hukum negara yang berlaku. Syarat dalam berpakaian juga sudah tercantum dalam FIDE.

Faktanya saat itu tidak semua pemain catur disana setuju dengan ide boikot dan beberapa beranggapan bahwa hal tersebut dapat merusak upaya untuk mempromosikan catur kepada kaum hawa di Iran. Mitra Hejazipour, merupakan perempuan berumur 23 tahun dari Teheran Iran yang sudah menyandang gelar Grandmaster. Dia juga mengeluarkan statement bahwa kejuaraan itu akan menjadi ujung tonggak bagi negara Iran. Karena sebagai tuan rumah untuk kejuaraan perempuan tersbesar di dunia baru terjadi saat ini.

Memutuskan untuk boikot merupakan tindakan yang kurang tepat. Kejuaraan seperti ini sangat penting bagi kaum wanita di Iran. Momen ini adalah kesempatan besar untuk mengembangkan potensi serta menunjukkan kekuatan kami.

Sejak Namanya berkumandang karena ingin memboikot kejuaraan catur dunia tersebut, Instagram Nazi dihujani berbagai kritik yang intinya bahwa dirinya tidak mengerti budaya Islam serta masyarakat Iran.

“Saya tidak anti-Islam” atau agama lain. Namun saya berdiri untuk kebebasan agama dan keyakinan. Ungkap Nazi.

“Saya memprotes FIDE bukan karena suatu agama atau budaya orang Iran”

Di sisi lain terdapat dukungan yang didapat Nazi dari dua pecatur lainnya yang berasal dari India dan Inggris.

Terlahir di Rusia, dan dibesarkan di Georgia. Nazi sudah terbiasa dengan catur karena sudah menjadi permainan umum di negara tersebut. Saat ini dia berdomisili di Las Vegas dan sedang bersaing untuk menjadi pemain Nasional Amerika Serikat.

Dua pecatur tersebut juga menceritakan pengalaman saat melakukan pertandingan catur di Iran. Selama beberapa hari mereka sempat canggung karena belum pernah menggunakan hijab namun perlahan mereka mulai terbiasa. Bagi mereka memang seharusnya menghormati adat yang ada. Kata Humpy asal Inggris.

Sedangkan Harika, merasa tidak nyaman bermain catur dengan menggunakan Hijab. Namun baginya yang paling penting adalah kejuaraan itu sendiri.

Baca sebelumnya: Sejarah Panjang Busana Muslim Abaya Dari Masa ke Masa




Komentar Artikel " Pecatur perempuan boikot kejuaraan catur dunia di Iran"