Sejarah Panjang Busana Muslim Abaya Dari Masa ke Masa - WARNAHITAM

Sejarah Panjang Busana Muslim Abaya Dari Masa ke Masa

2 minggu yang lalu      Fashion

 

WarnaHitam.com – Abaya Hitam merupakan salah satu busana yang berasal dari Arab Saudi, fungsinya adalah untuk menutup pakaian sehari-hari wanita muslim. Busana Abaya Hitam digambarkan seperti jubah yang memiliki lengan panjang dan karakteristik busana seperti ini akan sering ukhti temui di seluruh negara-negara jazirah Arab seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Berbeda dengan Iran busana abaya hitam disini lebih sering dikenal sebagai chador sedangkan untuk di negara-negara yang tersebar di Asia Selatan sering disebut sebagai burqa. Abaya sendiri digunakan untuk menutupi seluruh tubuh kecuali wajah,kaki dan tangan. Kelebihan ini dapat dimanfaatkan sebagai niqab sedangkan beberapa kaum muslim wanita juga memanfaatkannya sebagai cadar yang sejatinya menutupi wajah namun hanya menyisakan mata saja. Jika ditelusuri asal-usul dari busana abaya itu tidak jelas, namun ada beberapa sumber menyebutkan bahwa sejak 4000 tahun lalu terdapat peradaban kuno Mesopotamia dimana saat ketika Islam terlahir pada abag ketujuh, saat itu agama mungkin menyerap tradisi dan budaya lokal setempat dan kemungkinan tradisi berpakaian para wanita Arab Jahiliyah.

Pada zaman itu penampakan kaum wanita sungguh terlihat vulgar, karena mengenakan busana yang memperlihatkan leher, dada sampai payudara mereka serta bagian lain dari tubuh mereka. Kerudung yang menutup kepala mereka juga ditarik kebelakang serta membiarkan bagian depan tubuh mereka terbelalak lebar hal tersebut saat itu mungkin dimaklumi karena teriknya gurun pasir. Disuatu saat Islam masuk, kaum wanita diperintahkan untuk menarik kerudung mereka ke depan dan juga menutupi dada mereka agar melindungi perempuan dari segala tindakan yang tidak hormat.

Pada masa itu banyak komentar dan pendapat mengenai penutup. ‘Penutup’ yang diartikan adalah mengambarkan kelas masyarakat tersebut bukan tentang agama atau ajaran tertentu. Pada waktu pra-Islam penggunaan jilbab yang sering dijumpai di semenanjung perkotaan Arab merupakan sebuah simbol kehormatan serta kemewahan yang diberikan kepada perempuan yang tidak harus berkerja. Mereka dapat jadi pembeda dengan para wanita yang merupakan pelacur, budak perempuan serta perempuan pedesaan yang tidak ingin repot dan mencari sesuai yang praktis ketika mereka mobile dalam berkerja ke kota.

Di zaman sekarang hukum Islam yang berlaku adalah mewajibkan perempuan muslim menggunakan penutup tubuh yang penuh menutup bagian tubuh mereka. Abaya lahir dengan beberapa jenis dan desain, setiap jenis memiliki gaya yang berbeda serta memiliki warna beragam tergantung kesukaan dan menyesuaikan budaya setempat.

Sebuah Busana Abaya Hitam digunakan dari ujung kepala sampai ujung kaki, memastikan bahwa tubuh perempuan tetap terjaga dari pandangan yang tidak terhormat diluar sana.

  • Abaya hitam lebih banyak digunakan di negara timur tengah.
  • Abaya putih merupakan salah satu abaya yang populer di gunakan di negara timur tengah.
  • Abaya yang memiliki corak dan memilik ornament bordir semakin populer di Yordania, negara-negara barat dan saat ini timur tengah juga tengah populer.

Abaya Hitam merupakan favorit di berbagai negara, pada dasarnya wanita muslim bisa memakai apa saja yang mereka suka selama tidak memancing perhatian yang tidak perlu.

 

Baca Sebelumnya: Putra Mahkota Saudi Sebut Perempuan Bebas Pilih Pakaian




Komentar Artikel "Sejarah Panjang Busana Muslim Abaya Dari Masa ke Masa"