Syarat Hijab Syar'i - WARNAHITAM

Syarat Hijab Syar'i

1 bulan yang lalu      Fashion

WarnaHitam.com – Pernahkah ukhti melihat akhwat yang sudah menggunakan hijabnya, namun masih menerawang busana mereka saat terkena sinat matahari, hal ini membuat apa yang seharusnya tidak terlihat akhirnya nampak dan bisa dilihat oleh orang disekitarnya. Atau disaat ukhti duduk manis melihat kawan diseberang sedang duduk manis menghadap ukhti, ketika ada angin berhembus secara langsung terdapat bagian atau lekuk tubuh Muslimah tersebut yang seharusnya tertutup jadi terlihat.

Sebenarnya banyak hal yang dapat menyebabkan hal seperti itu. Pertama yang perlu kita sadari adalah saat seorang muslim berhijab syar’I adalah seluruh tubuh akhwat atau aurat kecuali wajah dan telapak tangannya harus tertutup. Tapi arti tertutup disini bukan hanya menutup supaya tidak terlihat, namun juga harus melindungi terlihatnya bentuk tubuhnya, artinya hijab yang digunakan mengandung bahan yang membuat transparan jika terkena sinar matahari atau cahaya lampu. Serta tidak menampilkan lekuk tubuh ketika dikenakan sang penggunanya.

Oleh karena itu sangat penting bagi para Muslimah untuk lebih memperhatikan model hijab yang akan dipakai, material kain dan cara pemakaian hijab tersebut. Jika tidak sesuai maka ditakutkan nanti malah tidak berhijab walaupun niatnya sudah benar.

Apa saja yang bisa menyebabkan hijab jadi tidak syar’i?

Model hijab yang membentuk lekuk tubuh, sehingga ketika ukhti menggunakan busana tersebut akan terasa longgar dan luas. Pilihlah busana dengan siluet huruf A dan hindari busana dengan siluet huruf H karena akan membuat bentuk badan lebih terlihat.

Pilihan bahan hijab yang tebal, hindari penggunaan busana tipis atau transparan. Perhatikan juga karakteristik bahan, jika dipakai menempel seperti spandex dan memperlihatkan lekuk tubuh maka hindarilah.

Komposisi dalam pemakaian hijab juga berpengaruh dalam kasus ini, masih banyak yang tidak mengerti terhadap pemahaman hijab syar’i. Hijab Syar’I bukan hanya pakaian bagian atas (Khimar/Kerudung) dan juga pakaian bagian bawah (jilbab/gamis), sebenarnya terdapat satu lagi komponen hijab syar’I yaitu mihnah busana yang digunakan di dalam busana gamis anda.

Alhamdullilah jika ukhti memperhatikan ketiga poin tersebut dengan seksama, insyaAllah busana model hijab syar’I yang dikenakan tidak akan menyalahi aturan. Tidak mempertontonkan lekuk tubuh serta tidak transparan.

Busana Mihnah, diambil dari Bahasa arab yang berarti profesi, maka mihnah adalah baju yang digunakan oleh para kaum wanita muslim yang memiliki profesi termulia yaitu ibu atau pengelola rumah tangga. Maka dari itu baju mihnah dapat diartikan sebagai pakaian yang dikenakan wanita di rumah, dimana wanita tersebut hanya berinteraksi dengan mahramnya.

Jika berada didalam rumah, sudah pasti ukhti hanya melakukan aktifitas yang dilakukan hanya Bersama mahramnya tentu wanita Muslimah tidak perlu menutup bagian tubuhnya (aurat) dengan pakaian lengkap. Berbeda dengan ketika dia keluar rumah yang wajib menggunakan busana tertutup. Kegunaan mihnah sangat berguna disaat wanita Muslimah keluar rumah, karena jika busana tersebut di aplikasikan maka akan melindungi Muslimah dari terlihatnya lekuk tubuh saat terkena sinar matahari, hembusan angin atau aktivitas lainnya.

Maka dari itu sampai saat ini, banyak dari kaum muslim wanita yang belum memahami bahwa mihnah termasuk bagian dari hijab syar’i.




Komentar Artikel "Syarat Hijab Syar'i"