Syarat pakaian syari untuk wanita - WARNAHITAM

Syarat pakaian syari untuk wanita

3 bulan yang lalu      Tips

Laksana sebuah benteng yang kokoh rumah merupakan tempat berteduh dan berlindung dari segala fitnah dunia yang dapat merusak ketentramannya serta merusak amalan dari seorang wanita muslimah yang sejatinya tunduk dan taat kepada Allah SWT. Allah SWT mencipatakan wanita di dunia dengan sedemikian mulia dan menjaganya dari segala fitnah, yaitu dengan cara memberikan perintah untuk berdiam di rumah. Perintah ini sesuai dengan firman-Nya “Dan hendaklah kamu tetap dirumahmu”(Al-Ahzab: 33)

Firma yang diturunkan Allah SWT tersebut dapat diartikan para ulama kondisi normal namun jika terdapat kondisi yang mendesak dan diharuskan untuk keluar rumah, maka boleh untuk berpergian keluar rumah namun harus mengenakan pakaian yang muslimah yang sesuai dengan ketetapan dalam syari’at Islam.

Sesuai syar’iat Islam, berbusana bagai seorang wanita muslimah harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

 

  1. Menutup Aurat

Dasar utama dari berpakaian umat muslim adalah menutup aurat tidak hanya berlaku pada laki-laki tetapi juga wanita. Hal tersebut sudah sesuai dengan firman Allah SWT yaitu:

 

“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.”Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.”(AL-Ahzab:59).

 

Menurut pendapat para ulama Batasan aurat wanita ada dua yaitu:

  1. Pendapat pertama mengatakan bahwa aurat wanita muslimah adalah keseluruhan tubuh termasuk wajah dan telapak tangan. Perintah ini didasari pada firman Allah SWT yang artinya:

“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), Maka mintalah dari belakang tabir, cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.”(Al-Ahzab: 53)

  1. Pendapat kedua menyatakan bahwa aurat wanita muslimah adalah keseluruhan tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Hal ini didasari pada tafsiran penggalan ayat 31 surat An-nur.

 

Sedemikian pula dengan hadits Aisyah yang keshahihannya masih diperbincangkan, bahwa Asma binti Abi Bakr menghadap pada Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan pakaian tipis. Maka Rasullah berpaling darinya dan bersabda:

 

“Ya Asma’! Sesungguhnya seorang wanita jika telah memasuki masa baliq, tidak boleh kelihatan bagian tubuhnya kecuali ini dan ini.”Rasullah menunjuk wajah dan telapak tangannya.

 

  1. Menggunakan warna yang tidak mencolok

Pada poin kedua ini terdapat perintah kepada wania muslimah untuk menggunakan pakaian dengan motif yang tidak menarik perhatian lawan jenis. Hal ini karena sesungguhnya berpakaian yang benar bagi para wanita muslimah adalah berpakainlah untuk menutup aurat dan tidak mengundang perhatian lelaku yang bukan mahrom. Hal ini sesuai dengan perintah Allah SWT dalam surah Al-Ahzab ayat 33 yang berbunyi:

 

“janganlah berpakaian dan bertingkah laku seperti umat jahiliyah, mereka berpakaian dan bertingkah laku untuk menarik perhatian laki-laki”(Al-Ahzab: 33)

 

  1. Tidak ketat atau menunjukan lekuk tubuh

Memperlihatkan lekuk tubuh bagi wanita muslimah diharamkan seperti yang disampaikan oleh Usamah bin Zaid:

 

Usamah bin Zaid berkata: Rasullah memberiku pakaian buatan mesir ‘qubthiyah’yang tidak tebal, lalu aku berikan kepada istriku. Maka Rasullah bertanya kepadaku: “Kenapa engkau tidak memakai qubthiyah?”Aku menjawab: Ya Rasullah pakaian itu telah kuberikan kepada istriku. Lalu Rasullah bersabda: “Perintahkan kepadanya untuk melapisinya dengan pakaian dalam, aku khawatir pakaian itu akan menampakan bentuk tubuhnya”

 

  1. Tidak tembus pandang

Riwayat dari Abu Hurairah, Rasullah bersabda: Ada dua golongan ahli neraka yang aku tidak pernah melihatnya: …, dan perempuan yang berpakaian tapi telanjang, lalai dan melalaikan, kepalanya seperti onta yang miring, mereka tidak akan masuk surge dan tidak akan mencium baunya, dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari jarak yang begitu jauh. Perempuan yang berpakaian tapi telanjang disini adalah perempuan yang  berpakaian tembus pandang dan ketat.

 

  1. Tidak menggunakan parfum untuk mengundang perhatian lelaki

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya jika cara berpakaian wanita membuat lawan jenisnya memperhatikannya dan menimbulkan nafsu maka ada yang salah dari cara berpakaian wanita tersebut, termasuk dengan memakai wewangian yang akan mengundang perhatian dan menimbulkan nafsu bagi pria yang bukan mahrom, riwayat dari Abu Musa Al-Asy’ary, Rasullah bersabda:

 

“Siapa saja dari kaum wanita yang memakai parfum, lalu melewati suatu kaum dan mencium baunya, maka ia adalah penzina.”(Hadits Hasan)

 

  1. Tidak menyerupai dengan pakaian lelaki

Pada poin kali ini merupakan hal yang cukup penting bagi ukhti, wanita muslimah tidak diperkenankan memakai pakaian yang menyerupai pria. Sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah berkata:

 

Rasullah melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita, dan wanita yang memakai pakaian laki-laki. (Hadits Shahih).

 

  1. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir atau fasik

Cara berpakaian wanita muslimah tidak sama dengan para wanita kafir atau fasik. Hal ini seperti dituangkan kedalam hadits:

 

  1. Abdullah bin ‘Amr berkata:

Rasullah melihatku memakai pakaian berwarna kuning, maka beliau bersabda: “Sesungguhnya ini adalah pakaian orang kafir maka janganlah engkau memakainya.”(Shahih Muslim)

  1. Hadits Ibnu Umar, Rasullah bersabda:

“Barang siapa yang meniru suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.”

 

  1. Bukan Pakaian Syurah

Apakah ukthi tau pakaian syurah itu seperti apa? Pakaian syurah adalah dimana pakaian yang dimaksudkan untuk menyombongkan diri dan membanggakan diri. Maka dari itu Rasullah bersabda:

 

“Barangsiapa yang memakai pakaian syuhrah di dunia, Allah akan memakaikannya pakaian kehinaan di akhirat kemudian dibakar dengan api neraka.”(Hadits Hasan).




Komentar Artikel "Syarat pakaian syari untuk wanita"